Celengan

http://wb7.itrademarket.com/pdimage/43/1175143_celengan_gerabah_ayam_khas_lombok.jpgSiapa yang tidak tahu makna celengan? Kalau belum tahu bisa baca disini. Celengan lebih merujuk pada sebuah wadah yang digunakan untuk menyimpan uang (baca: menabung). Ada banyak model celengan; ada yang berbahan tanah liat, dan dibentuk dengan beragam variasi, dari bambu, kaleng dan sebagainya. Salah satu bentuk celengan bisa dilihat pada gambar di samping ini.  Uang yang disimpan pada celengan tersebut biasanya berupa uang logam (coin), karena lubang pada celengan tersebut memang didesain untuk uang logam.  Namun pada perkembangannya, uang kertas pun ikut dimasukkan dan disimpan pada sebuah celengan.

Namun, apakah celengan tersebut masih banyak dimiliki oleh masyarakat saat ini?

Sesuai dengan perkembangan zaman, kata “celengan” tersebut telah mengalami perluasan makna. Celengan disamaartikan dengan sebuah tabungan yang disimpan di bank, atau berupa benda berharga lainnya. Hal tersebut berarti celengan tidak lagi  hanya bermain pada uang logam (coin) kecil-kecilan, namun telah diperluas menjadi sebuah simpanan yang jauh lebih berharga dari uang logam.

Misalkan, saya pernah ditanya oleh seseorang, “Bagaimana, sudah punya celengan apa setelah bekerja 1 tahun?”

Tentu, makna celengan di atas bukan lagi celengan berbentuk ayam yang di dalamnya ada puluhan uang logam, namun lebih menjurus pada berapa jumlah dan bentuk tabungan yang dimiliki atau benda berharga yang sudah dimiliki.

Recehanku

Berbicara mengenai celengan secara konvensional, secara pribadi saya masih memilikinya. Bukan celengan berbentuk ayam, babi ataupun celengan bambu, namun secara tidak sengaja, memanfaatkan wadah canebo yang tidak terpakai. Tidak secara sengaja karena sekitar setahun yang lalu ada beberapa keping uang lima ratusan yang ada di dompet. Karena terasa mengganjal, maka mencoba mencari-cari wadah. Ketemulah dengan wadah canebo yang tidak terpakai. dan kemudian memasukkan uang receh tersebut ke sana.

Sejak saat itu, bila ada uang recehan berapa pun nilainya, entah dari uang kembalian atau menemukan di jalan, pasti dimasukkan ke wadah tersebut. Sama sekali tidak pernah menghitungnya dan mungkin juga tidak menganut idealisme sebuah celengan ayam, kalau sudah penuh baru dipecah, karena tutup wadah canebo yang sangat mudah dibuka dan ditutup, jadi kalau memang butuh uang recehan dalam jumlah yang tidak begitu banyak (maksimal Rp 1500), diambillah dari sana.

Mungkin celengan model konvensional tersebut sudah banyak ditinggalkan, entah karena alasan ketinggalan jaman, tidak efisien, kalau dicuri tidak ada asuransi dan bakalan hilang semua. Atau mungkin karena uang recehan yang bernilai kecil sudah tidak dihargai? Saya sering menemukan uang logam Rp 100 di tepi jalan, entah sengaja dibuang atau terjatuh, namun meskipun bernilai kecil tetap sangatlah berharga untuk dimasukkan dalam wadah canebo, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

***Selamat nyelengi***