Catatan di Balik Nasionalisme (Pemuda/i) Indonesia

http://blinkstar.files.wordpress.com/2008/08/merdeka-cartoon.jpgBerbicara mengenai nasionalisme (Indonesia), tidak bisa dilepaskan dari perjuangan dan perjalanan hidup bangsa dari zaman kerajaan, perjuangan merebut kemerdekaan dan perjuangan pasca kemerdekaan. Untuk mencapai kemerdekaan yang diraih saat ini, tidak melalui proses yang mudah dan cepat. Telah banyak korban darah, nyawa, harta benda, yang mungkin tidak ternilai lagi secara finansial, demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kejadian demikian kejadian, peristiwa demi peristiwa, baik yang telah terungkap maupun yang belum dalam sejarah, melahirkan tokoh-tokoh perjuangan Indonesia, dan pada akhirnya disebut dengan pahlawan. Istilah pahlawan ini, tidak harus dianugerahi oleh pemerintah sebagai Pahlawan Nasional, namun konteks pahlawan yang dimaksud, hendaknya dapat diperluas pemaknaannya, yaitu setiap orang yang telah berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa (nation) Indonesia serta memiliki tujuan untuk mewujudkan identitas kelompok tersebut. Itulah semangat nasionalisme.

Pastilah peran pemuda/i dalam membakar semangat nasionalisme menjadi sangat signifikan, tentu berpadu padan dengan elemen bangsa yang lain. Semangat nasionalisme pemuda/i, telah ditunjukkan dengan peristiwa-peristiwa sejarah yang mampu mengubah sejarah bangsanya; seperti peristiwa Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan, reformasi hingga saat ini; peran mereka tidak bisa tidak turut membangun kontruksi bangsa dan negara Indonesia.

Dalam rangka peringatan hari Sumpah Pemuda ke-81 yang jatuh pada tanggal 28 Oktober, nasionalisme pemuda/i Indonesia masa kini patut menjadi sebuah bahan perenungan. Masihkah semangat nasionalisme yang diteladankan oleh para pendahulunya, tertanam dalam diri pemuda/i Indonesia masa kini? Ataukah, semangat nasionalisme tersebut, kini telah luntur?

Di tengah gempuran permasalahan yang dihadapi yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, baik gejolak yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri hingga peristiwa-peristiwa bencana alam yang silih berganti menghantam, seyogyanya pemuda/i Indonesia mengambil peran pro aktif dalam menciptakan situasi yang kondusif. Tentu sudah diketahui bersama, bahwa wilayah Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan bangsa, tersusun oleh konfigurasi pulau-pulau yang memiliki kekayaan alam, serta mempunyai kekayaan adat dan budaya yang berbeda-beda pula.

Kondisi seperti ini bisa menjadi sebuah kekuatan sekaligus sebagai kelemahan. Sebagai kekuatan karena perbedaan tersebut akan menjadi ciri khas bangsa Indonesia dan tentunya dapat saling melengkapi. Akan tetapi menjadi sebuah kelemahan apabila tidak ada kesatuan hati yang akhirnya akan menjurus kepada perpecahan. Maka dari itulah, perlu ada pengikat yang dapat mempersatukan perbedaan tersebut ke dalam suatu bangsa (nation) Indonesia.

Setidaknya ada beberapa point yang perlu dicermati untuk membakar semangat nasionalisme Indonesia. Pertama, harus ada kesepakatan dan kesatuan hati bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah “harga mati”. Artinya bahwa tidak ada rencana/upaya dari elemen bangsa untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak bisa tidak, segenap komponen bangsa dan negara harus mengamini untuk tetap mempertahankan NKRI.

Kedua, dari teks Sumpah Pemuda, sebenarnya tersurat dan tersirat makna untuk tetap terus menjaga NKRI, yaitu pada konteks bertanah air satu, Tanah Air Indonesia dan berbangsa satu, Bangsa Indonesia. Satu lagi, dikarenakan Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang berbeda adat, budaya termasuk bahasa, perlu ada bonding yang mengikatnya, yaitu bahasa sebagai sarana komunikasi. Oleh sebab itulah, akhirnya bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa pemersatu.

Keprihatinan

Dalam masa kekinian, tentu kiprah pemuda/i terus menjadi sorotan karena di tangan pemuda/i lah kelangsungan masa depan bangsa Indonesia akan dilanjutkan. Berbagai prestasi baik dalam dan luar negeri telah mampu ditorehkan oleh pemuda/i Indonesia. Meski demikian, masih ada sejumlah keprihatinan yang harus menjadi fokus perhatian.

Pemuda/i yang notabene masih memiliki semangat dan kekuatan yang menggebu-gebu, seringkali menjadi sasaran pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menjerumuskan generasi muda ke jalan yang sesat, taruhlah contoh kasus-kasus narkoba, kriminalitas hingga terorisme melibatkan pemuda. Tentu, hal ini sangat menjadi ancaman bagi kelangsungan dan masa depannya, juga Indonesia.

Sumpah Pemuda memang sudah terjadi dan menjadi salah satu sejarah penting Indonesia hingga diperingati setiap tahunnya pada tanggal 28 Oktober. Memang ada banyak yang ingat dan banyak pula yang lupa tentang sejarah Sumpah Pemuda beserta dengan isinya. Terlepas dari itu, akan menjadi lebih penting adalah dalam praktek kesehariannya untuk tetap membakar semangat nasionalisme dan mempertahankan NKRI. Jika ada gangguan dan ancaman terhadap stabilitas ekonomi, politik, sosial dan budaya serta pertahanan dan keamanan, sudah kewajiban setiap warga negara untuk membela, dengan perbagai peran dan cara yang tidak bertentangan dengan pranata yang berlaku.

Terkhusus bagi blogger, pasti melalui tulisan-tulisan yang terus dilontarkan ke publik, akan mampu mempengaruhi opini publik. Hal tersebut sangat mungkin terjadi karena arus komunikasi dan informasi kini telah sangat terbantu dengan adanya internet. Melalui sarana itulah, diskusi-diskusi yang mengangkat tema-tema nasionalisme dan kiprah pemuda bisa dilakukan. Untuk elemen bangsa yang lain, hendaknya menjalankan peran-peran yang menjadi tanggung jawabnya dengan kesungguhan dan kebesaran hati untuk meraih tujuan NKRI, yang telah digariskan dalam UUD 1945.

Terakhir, kita perlu sadar bahwa masih memiliki bangsa Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, bendera Merah Putih dan Lagu Indonesia Raya serta dipersatukan oleh bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.