My Words as My Mind and Soul

Berawal dari Percakapan

Setelah semalam menulis mengenai Warung Lelli Sporty, sebenarnya belum ada ide topik untuk ditulis lagi hingga bangun pagi jam 05.30. Secara sengaja, mulai menjelajah handphone untuk mengecek email. Ada beberapa email yang masuk beserta dengan notifikasi dari Facebook. Ada satu yang cukup menarik di Facebook, yaitu Bli Saylow mengupload banner untuk ultah Bali Blogger Community yang kedua. Wah, ternyata komunitas blogger di Bali yang lebih dikenal dengan BBC akan berulang tahun yang kedua.

Kira-kira jam 08.00, terjadi percakapan melalui Yahoo Messenger dengan Wirautama yang dimulai dengan sebuah nada pengingat bahwa hari ini sudah Selasa, bukan lagi Senin seperti yang tertulis di status YM-nya. Obrolan mengalir begitu saja, mulai dari BBC on Air, rencana buku bunga rampai dan ide Wira untuk menghimpun tulisan-tulisan member BBC yang bertema tips-tips nge-blog. Ide yang cemerlang, tapi….

Idealnya, hal tersebut dapat dilakukan oleh komunitas blogger, karena pasti akan kaya dengan tips-tips sederhana untuk nge-blog, dan tentu juga memiliki banyak tulisan dengan topik-topik yang beragam dan dari berbagai sudut pandang. Tapi, tunggu dulu. Apakah komunitas blogger beserta dengan blogger-bloggernya memiliki itu? Mencermati pertanyaan tersebut, tentu perlu dielaborasi bagaimana seseorang yang menyebut diri sebagai blogger dan bergabung dalam komunitas blogger bisa disebut sebagai blogger?

Blogger dan Identitasnya

Apa yang bisa menjadi “identitas” seorang blogger? Hal ini penting karena jangan sampai menjadi blogger, namun ternyata tidak memiliki identitas sebagai blogger. Jawaban yang sederhana dan masuk dalam logika awam adalah seorang blogger adalah mereka yang memiliki dan memelihara blog. Tentu, ada konsekuensi yang menyertai seorang blogger dan blog yang dimilikinya. Konsekuensi tersebut adalah berupa posting dan update (regular maupun irregular) artikel/tulisan/foto ke blog yang dimilikinya. Hal inilah yang menunjukkan eksistensi sekaligus sebagai identitas seorang blogger.

Meskipun demikian, ada kalanya seorang blogger tidak mengupdate blog yang dimiliki, atau biasa disebut hiatus (lihat di link ini), yang disebabkan oleh banyak hal (Wirautama menuliskan 10 hal yang menyebabkan blog menjadi hiatus, klik di link ini). Pertanyaannya adalah, bagaimana kalau seorang blogger terlalu lama berstatus hiatus? Memang tidak ada patokan khusus lama/tidaknya hiatus, akan tetap yang ingin ditekankan adalah bagaimana jika seorang blogger “melupakan” identitasnya untuk memiliki dan memelihara blognya?

Belajar dari Kasus

Ceritanya begini. Berawal dari sebuah ide mengumpulkan tulisan teman-teman BBC untuk dihimpun dalam sebuah buku. Pengumuman sudah dipasang di milis dan meminta untuk mengirimkan link tulisan untuk dimasukkan ke dalam buku tersebut. Namun, hingga batas waktu yang ditetapkan, hanya ada 1 orang yang dengan sukarela mengirimkan link tulisannya. Lalu, kemana yang lain?

Ada beberapa kemungkinan yang terjadi, teman-teman BBC tidak membuka pesan di milis (entah karena pesan tersebut diperlakukan mark as read atau delete)), jadi tidak mengetahui bahwa ada rencana penyusunan buku. Kemungkinan lain adalah masih belum ada keberanian untuk mengirimkan link tulisan. Kemungkinan lain, namun kemungkinan nya sangat kecil adalah para teman blogger memang tidak memiliki tulisan.

Akhirnya untuk mewujudkan ide tersebut, maka atas inisiatif sendiri, perlu untuk berjalan-jalan dari blog ke blog. Maklum, sebagai anggota baru yang tergabung sejak bulan Mei 2009, belum banyak kenal  blogger Bali, baik jumpa di darat maupun diudara. Jadi, dengan memanfaatkan database yang ada di dokumen milis BBC, terdapat sekitar 78 orang, dari total 350 member BBC, yang memberikan identitas diri beserta alamat blognya.

Dari data yang ada, setelah melalui jalan-jalan dari blog ke blog, menelusuri tulisan di blog yang dapat dimasukkan ke dalam buku, sungguh sangat mengejutkan, karena banyak blog tersebut yang sudah tidak lagi terupdate di sekitar bulan Agustus-Oktober 2009, bahkan ada blogger yang terakhir mengupdate blognya terakhir pada tahun 2007 atau 2008. Dan yang lebih mencengangkan, ada alamat blog yang yang telah terhapus.

Kalaupun hiatus, apakah mungkin seorang blogger meninggalkan identitasnya selama itu? Atau mungkin ada penyebab lainnya, misal dikarenakan database di milis BBC tidak terupdate? Kalau memang benar demikian, hal tersebut perlu mendapat perhatian serius dari BBC untuk menyediakan sebuah ruang sehingga para anggotanya bisa mengupdate database keanggotaan.

Akan tetapi, jika memang benar bahwa banyak blogger yang telah lama “berstatus hiatus”, itu menjadi sebuah keprihatinan tersendiri, sebab blogger telah kehilangan identitasnya. Lalu, pertanyaan pada coretan ini yang tertulis “are you blogger?” patut dijawab dengan alternatif jawaban “Ya”, “Tidak” atau “Ragu-Ragu”, dengan berpedoman pada pertanyaan dasar yaitu apakah memiliki blog dan senantiasa mengelolanya?

Bila Anda mengaku blogger yang memiliki blog serta telah lama berstatus hiatus, ingatlah jadi diri dan identitas Anda sebagai blogger karena nama yang melekat (blogger), dikaitkan dengan tugas dan kewajiban yang diembannya. Jika seorang guru, tugas primer yang diemban adalah mengajar, bila seorang pelajar, maka tugas  pokoknya adalah belajar, dan contoh-contoh lainnya. Demikian juga kalau menyandang nama “blogger”, pasti tugas dan kewajiban utamanya adalah nge-blog. Jadi, are you blogger?

Tulisan ini hanyalah tulisan perenungan penulis yang mengaku sebagai seorang blogger (pemula) dan tergabung di Bali Blogger Community. Tulisan ini bukan bermaksud menggurui, namun hanya ingin mengajak para blogger untuk mengenal, mengetahui dan kembali ke ciri dan identitas dirinya sebagai blogger. Namun bagaimanapun semua berpulang ke diri masing-masing.

§638 · November 3, 2009 · Bali Blogger Community · · [Print]

22 Comments to “Are You Blogger?”

  1. Aku mencium gelagat kebangkitan dalam diri Kang Winarto nih. Tetap tingkatkan stamina nge-blog mu kawan. Cool banana.

  2. PanDe Baik says:

    Ada baiknya dicek keberadaan masing2 blogger itu satu persatu, jangan2 kini ia sudah jadi jutawan lantaran kbanyakan adsense, makanya males ngblog… masiy idup apa enggak smangat ngeblognya, kalopun masiy idup ya langsung ditodong tulisanne… :p

  3. Winarto says:

    Apa perlu dibuat Tim Pemcari Blogger? :D

  4. [...] obrolan mengarah tentang blog yang sedang “mati suri” alias hiatus. Dia lalu bertanya kepada saya, “blogger yang lama hiatus, apakah mereka masih disebut [...]

  5. wira says:

    yo yo yo…. kita bangkitkan mereka dari kubur…!!! hahaha…

  6. gustulank says:

    penting ya status blogger?? sepertinya saya harus menanggalkan status tersebut, karena tidak mampu mengemban tanggung jawab sebagai seorang blogger. :|

    Selamat ngeblog kawan.. :)

    • Winarto says:

      Penting/tidak penting status blogger tergantung bagaimana memaknainya. Bagi saya, itu penting karena saya mengaku sebagai seorang blogger dan tergabung dalam sebuah komunitas blogger (di Bali), maka itu saya memiliki tanggung jawab baik secara individu maupun komunitas,

      Bagaimana caranya? Yaitu dengan dimulai dari hal-hal yang kecil. Hal yang saya lakukan adalah menunjukkan eksistensi blog yang saya miliki. Eksistensi yang dimaksud adalah lebih spesifik pada posting (apapun), terlepas dari apakah itu diberi respon/komentar ataupun tidak, kewajiban saya adalah mengupdate blog saya dan menginformasikannya. Kalau ada respon, matur suksma, kalau tidak tetap matur nuwun :-)

  7. wah kalau baca artikel ini berarti saya bukan blogger dong mas…karena tugas dan kewajiban saya bukan ngeBLOG…tugas dan kewajiban saya adalah mendesain dan menuntut ilmu…

  8. Winarto says:

    Eka, demikian juga saya, kewajiban saya adalah “mencari uang”, namun maksud tulisan itu adalah sebuah perenungan saya (yang mengaku sebagai blogger) dan berkomunitas di blogger Bali.

    Masakan saya yang ngaku blogger dan tergabung di BBC tidak memiliki kewajiban moral atasnya? tentu ada dunk. Maka itu mesti saya berkewajiban “mencari uang”, namun pada sisi lain sebagai blogger, saya juga mengemban tugas untuk memelihara blog saya.

    Nah, karena saya mempunyai url blog, adalah menjadi kewajiban saya untuk mengupdate blog saya itu karena itu menunjukkan eksistensi dan menjadi identitas seorang blogger (menurut pandangan pribadi saya).

  9. heru says:

    hadoh2 berarti aku ngak masuk hitungan juga nih, ngak bisa 100% ngeblog :(

    • Winarto says:

      Halo Mas Heru, salam kenal. Hehehehe, tulisan itu pandang pribadi saya sebagai seorang blogger, dan melihat kasus banyak blogger dan blog nya terlalu lama tidak update.
      What do you think?

  10. [...] mungkin cukup, tidak perlu tulisan yang panjang, beberapa paragraf pun cukup. Pertanyaan “are you blogger?” dan di jawab dengan beragam sudut pandang biarkanlah terus berkembang. Saya hanya ingin [...]

  11. pushandaka says:

    Memperdebatkan status blogger malah cuma akan membebani orang lain yang mau nge-blog. Blogging jadi terlihat sebagai aktifitas yang serius banget karena ada semacam kategori untuk dapat disebut sebagai “blogger”.

    Biarlah blogging menjadi aktifitas yang menyenangkan, tanpa harus memusingkan apakah saya ini blogger atau ndak. Andaikata blogging dapat menjadi suatu aktifitas yang menyenangkan, mudah, dan ndak membebani hidup yang sudah susah, saya yakin ndak akan banyak blog yang mati suri.

  12. Winarto says:

    Merdeka Mas Agung.

    • pushandaka says:

      Hehe, maaf mas win. Saya juga cuma mencurahkan pandangan saya. Tapi kalau judul tulisan ini harus saya jawab, maka jawaban saya adalah, saya bukan blogger. Karena menulis di blog untuk saya masih cuma hobi, yang akan saya lakukan kalau ada waktu luang yang cukup, suasana sekitar memungkinkan, dan koneksi internet sedang on fire. Di luar itu, saya ndak akan memaksakan diri untuk menulis di blog.

      Hehe! Merdeka juga mas win! Piss..

      • Winarto says:

        Hahaha, inilah enaknya berdiskusi di blog. Tulisan itu juga pengalaman pribadi yang sudah saya tulis di atas, jalan2 di blog teman-teman BBC tapi banyak yang hiatus luama puol buangat.
        Jadilah tulisan itu, tapi paling tidak, itu bisa menggugah saya untuk merasakan enaknya nge-blog
        Pizzzzzzzzz…aaaaaaaaa

  13. dani says:

    Ada lagi, Mas Win.
    Selain mikrobloger, apakah yang memakai mesin blog tapi hanya memajang barang dagangan/ecommerce dapat disebut bloger/narablog? :)

    • Winarto says:

      Akhirnya saya sampai pada kesimpulan, apapun itu bentuk dan sebutannya, asalkan dia memiliki blog/microblog yang berisi tulisan/curhat/foto/dagangan atau apapun bentuknya bisa disebut dengan blogger, terlepas dari apakah sering update (aktif) atau sudah lama tidak aktif. Toh biasanya, mereka juga komplit mempunyai blog, juga microblog dan memasang berbagai macam content atasnya

Leave a Reply