Mukhlis, Sang Satpam Kaya

Mukhlis
Anda termasuk penggemar Abdel dan Temon Bukan Superstar? Sebuah film komedi yang kini tampil dan diputar kembali di Global TV pada hari Senin-Jumat pukul 12.00-13.00 WIB. Sebelumnya, film komedi ini diputar setiap hari Senin-Jumat pukul 19.30 WIB.

Kalau Anda termasuk penggemar film yang berdurasi 1 jam itu, tentu mengenai Satpam kompleks yang bernama Mukhlis. Karakter tokoh yang satu ini sangat menarik. Mukhlis yang bekerja sebagai Satpam dalam setiap episodenya pasti selalu jadi bulan-bulanan Abdel dan Temon, terutama sebagai sumber uang bagi keduanya. Maklum, tokoh Abdel dan Temon adalah “pengacara”, atau pengangguran banyak acara. Kalaupun Abdel dan atau Temon bekerja/memiliki usaha, pasti selalu ketiban apes dan sial.

Dengan berbagai trik dan tipu muslihat, Abdel dan Temon terus “ngerjain” Mukhlis, entah dengan alasan pinjam, buat modal usaha untuk bayar hutang, pun dengan argumen untuk membantu Mukhlis. Seperti episode ketika calon mertua Muklis mau datang dari kampung ke Jakarta. Akhirnya Mukhlis meminta tolong Temon untuk mencarikan ide. Untuk memberikan idenya pun, Temon meminta uang ke Mukhlis, tidak sedikit yang diberikan, limaratus ribu rupiah. Temon memberi ide untuk menyewa rumah kontrakan Abdel, yang akan dipakai sebagai rumah Mukhlis.

Ada banyak pungutan yang diberikan Temon ke Mukhlis, dan itu dituruti olehnya. Untuk permulaan saja dia sudah memberi 1 juta rupiah untuk Abdel dan Temon. Belum lagi Muklis juga setuju kalau setiap hari selama mertuanya di Jakarta, dia harus menyetor uang lima ratus ribu ke Temon. Ditambah, karena Temon akan menyiapkan makanan malam istimewa, akhirnya dia minta lagi ke Mukhlis, dan diberi lima ratus ribu rupiah, karena menurut Temon Kurang, akhirnya Mukhlis memberi lima ratus ribu rupiah lagi.

Busyettttt, emang gaji Satpam berapa? Kantongnya tebal terus dengan uang. Memangg tidak salah kalau Abdel dan Temon selalu mengatakan punya ATM yang selalu punya uang. ATM yang dimaksud tentu saja “Anjungan Tunai Mukhlis”. Pernah dalam suatu episode, Mukhlis baru saja menerima amplop gaji bulanan dari Pak RT. Kemudian, Temon datang mengeluh tidak memiliki uang, namun memiliki ide usaha akan tetapi tidak memiliki modal dan bermaksud meminjam uang dari Mukhlis.

Pada mulanya, Mukhlis tidak mau memberi utang karena Temon sudah memiliki banyak utang. Temon tidak kurang akal dan terus merayu Mukhlis. Temon berkata ke Mukhlis, kalau dia memiliki modal itu, dia akan mempunyai usaha, dan kalau sudah memiliki usaha, dia akan dapat laba, dan kalau sudah dapat laba berarti dia bisa membayar utangnya ke Mukhlis. Temon pun melanjutkan rayuannya. Kalau dia tidak dapat modal, berarti tidak memiliki usaha, dan kalau tidak memiliki usaha, dia tidak akan dapat laba, dan kalau tidak dapat laba berarti tidak bisa bayar semua utangnya ke Mukhlis.

Memang hebat si Temon merayu dan didukung oleh tokoh Mukhlis yang oon. Langsung saja dia berkata “Oo, iya..ya”. Akhirnya diapun membuka amplop gajinya dan memberikan lima ratus ribu rupiah. Namun Temon tetap berkata bahwa modal tersebut kurang dan minta semua isi amplop itu. Akhirnya, uang satu juta di amplop tersebut pun diberikan ke Temon. Namun seperti biasa, sebelum uang itu diberikan, Mukhlis berkata sambil agak menarik kembali uang tersebut “Bener ya Mon, uang ini untuk modal usaha, dan nanti kalau sudah laba, untuk bayar semua utang”. Temon pun langsung menjawab “Iya..iya”, sambil menyahut uang itu.

Memang Mukhlis Satpam yang kaya. Padahal bisa ditebak, kalau Temon memiliki usaha, pasti selalu apes dan bangkrut, sehingga apapun yang terjadi tidak bisa mendapat laba, dan tidak bisa membayar utangnya ke Mukhlis. Dan yang aneh, kok ya bisa gaji sebulan diberikan semua ke Temon, apakah Mukhlis tidak memiliki kebutuhan hidup? Bagaimanapun namanya saja Anjungan Tunai Mukhlis, pasti setiap hari memiliki uang untuk dikeruk oleh Abdel dan Temon
Salam…Khlisssss…..Khlisssss……Monnnnnn……Monnnnnn…..Delllll….Dellllll