Mari Bernyanyi dengan Burung

http://www.freefunnypixs.com/images/media/2/zzzzzsex_of_bird.gifKali ini bercerita yang membuat badan fresh nan segar, yaitu mengenai bernyanyi dan lagu. Nyanyian dan lagu begitu lekat dengan kehidupan sehari-hari, bahkan bisa dikatakan sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam umat manusia. Tidak harus menjadi seorang artis untuk bisa menyanyi, bahkan sejak lahir pun seorang manusia sudah bisa nyanyi (baca: menangis). Bernyanyi adalah ungkapan suasana hati dan jiwa seorang anak manusia.

Ada banyak tema-tema yang diangkat untuk sebuah lagu mulai dari cinta, kesedihan, kehidupan, sukacita, dukacita dan lain-lainnya. Demikian juga istilah-istilah yang digunakan dalam syair lagu-lagu tersebut. Salah satu istilah yang populer digunakan dalam lagu-lagu tersebut adalah “burung” atau dalam bahasa Jawa “manuk“.

Menggunakan kedua istilah itu, lagu-lagu beserta dengan artisnya banyak yang menjadi terkenal. Dari Jawa Tengah, judul lagu yang menggunakan istilah “burung/manuk” adalah Cucak Rowo. Penyanyi seperti Didi Kempot dan Inul Daratista pun turut menyanyikan lagu-lagu tersebut, selain orkes-orkes campursari, pengamen hingga masyarakat umum. Syairnya yang lucu bin humor namun juga ada yang menilai jorok binti saru, malahan membuat banyak orang senang dan semakin membuat lagu tersebut populer.

Cobalah simak syair lagunya di bawah ini, yang diambil dari KapanLagi dot com

Kucoba coba melempar manggis,
Manggis kulempar mangga kudapat
Kucoba coba melamar gadis,
Gadis kulamar janda kudapat

Iki piye iki piye iki piye,
Wong tuo rabi perawan
Prawane yen mbengi nagis wae,
Amargo wedi karo manuke

Manuke manuke cucak rowo,
Cucak rowo dowo buntute
Buntute sing akeh wulune,
Nek digoyang ser-ser aduh enake

Lagu popular lain yang menggunakan istilah burung adalah Burung Camar oleh Vina Panduwinata, hingga ia akhirnya dijuluki sebagai “Sang Burung Camar”. Karen Pooroe, salah satu finalis Indonesian Idol pun turut menyanyikan lagu yang diciptakan oleh Aryono Huboyo Djati.

Tidak ketinggalan, Ebiet G. Ade pun dalam salah satu judul lagunya menggunakan kata burung, yaitu Nyanyian Burung dan Pepohonan. Namun, dalam isi lirik lagu tersebut, Ebiet G. Ade memakai burung murai yang bersiul memilukan dan berderai menikam mendung.

Di ranah lagu-lagu Jawa, Kutut Manggung yang dipopulerkan oleh Nyi Condrolukito, Nyi Waljinah, Nyi Sunyahni pun hingga hingga masih tetap digemari oleh penikmat musik-musik Jawa. Selain dinyanyikan oleh Waranggana dengan suara yang betul-betul merdu, ketika mendengarkan lagu Kutut Manggung ini, hal yang ditunggu adalah ketika sampai pada syair “hur ketekung.., kung..4x“. Sangat mantap dan enak didengar.

Lagu anak-anak pun tidak mau ketinggalan menggunakan istilah “burung”. Lagu Burung Kakak Tua dari dulu hingga sekarang masih saja dinyanyikan, tidak hanya oleh anak-anak sebagai “lagu dolanan”, namun juga oleh orang dewasa, mengingat memang, lagu bersifat universal. Out of topic, ada 2 versi setidaknya lagu “Burung Kakak Tua” ini; pertama menggunakan syair “Letrum” serta”Tekdung“. Namun, bagaimanapun nada-nada yang dinyanyikan tetap sama. Selain itu, berbicara lagu anak dan lagu dengan nuasana burung, tidak akan bisa memisahkan diri dari lagu “Burung Hantu” yang sejak dulu hingga sekarang telah memiliki suara merdu hu-hu … hu-hu … hu-hu … hu-hu … hu-hu   hu-hu … hu-hu … hu-hu … hu-hu … hu-hu.

Dari daerah Sunda, siapa yang tidak kenal dengan lagu “Manuk Dadali” atau nama lain dari Burung Rajawali. Lagu berbahasa Sunda yang diciptakan oleh Sambas Mangundikarta menciptakan nuansa nasionalisme Indonesia, paling tidak tercermin dari sebaris syairnya yang berbunyi “Manuk dadali manuk panggagahna, Perlambang sakti Indonesia Jaya”. Masih bernuansa nasionalisme, lagu “Garuda Pancasila” tidak bisa dilupakan. Lagu ciptaan Sudharnoto ini pun menjadi salah satu lagu perjuangan yang menggunakan burung Garuda dalam syairnya. Cermati syair di bawah ini:

Garuda pancasila
Akulah pendukungmu
Patriot proklamasi
Sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju

Syair tersebut hendak mencoba untuk membakar semangat nasionalisme dan kebangsaan rakyat Indonesia akan terus mendukung, bergerak dan maju untuk menciptakan rakyat adil, makmur, sentosa berdasarkan Pancasila sebagai dasar negaranya. Tidak salah memang, kalau pemerintah menetapkan lagu Garuda Pancasila ini sebagai lagu wajib nasional.

Terakhir, lagu-lagu bernuansa Kristiani pun banyak yang menggunakan burung sebagai topik yang diangkat dalam syair lagunya, seperti Bagai Rajawali, Di Bawah Kepak Sayap-Mu dan mungkin masih banyak lagi. Oya, ingat satu judul lagu lagi yang dipopulerkan oleh Nugie dan ALV band pada tahun 1996 yaitu lagu yang berjudul “Burung Gereja”. Ada juga lagu Elang oleh Dewa

Ternyata banyak juga ya, lagu-lagu yang mengambil burung sebagai liriknya, tentu pengambilan tersebut disesuaikan dengan karakteristik masing-masing burung. Mungkin ada yang bisa memberikan tambahan judul lagu yang lain????