Lupa Sumpah

Lupa Sumpah Pemuda

Rabu pagi, 28 Oktober 2009. Dalam sebuah situs jejaring sosial bernama Facebook. Timbul keinginan untuk menulis sesuatu di kotak “What on your mind“. Flashback beberapa hari ini, banyak siaran-siaran, dialog, diskusi dan artikel yang menyoroti topik Sumpah Pemuda. Sumpah tersebut merupakan hasil Kongres Pemuda II yang Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di Jakarta pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928 1928 dan diketuai oleh Soegondo Djojopoespito. Kongres pemuda itu menjadi sejarah nasional bangsa Indonesia dan setiap tahun pada tanggal 28 Oktober diperingati sebagai hari “Sumpah Pemuda”.

http://imsuryawan.net/blog/wp-content/uploads/2008/11/sumpahpemuda.jpgAkhirnya, di box “What on your mind“, ditulis Sumpah Pemuda. Ada satu teman pemudi di jejaring sosial tersebut yang kemudian memberikan komentar “eh,..he’eh ig ya…”. Apa itu artinya? Apakah berarti lupa bahwa hari ini adalah peringatan hari sumpah pemuda yang ke-81 tepat pada hari ini? Mungkin demikian.

Mungkin pula teman pemudi tersebut tidak terima, karena namanya “Sumpah Pemuda”, bukannya “Sumpah Pemuda-Pemudi”, meskipun di dalam isinya menyebut “Poetra dan Poetri”. Cobalah simak isi dari sumpah tersebut yang dikutip dari Sumpah Pemuda dot org berikut ini:

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :

KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :

KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :

KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928

Kasus di atas, barangkali tidaklah sendirian. Masih banyak warga Indonesia, terkhusus pemuda/i nya lupa bahwa pada hari ini tanggal 28 Oktober 2009 merupakan peringatan hari Sumpah Pemuda. Seberapa pentingkah peringatan sumpah tersebut hingga harus diperingati? Seberapa pentingkah peringatan sumpah tersebut hingga “jangan sampai dilupakan” oleh rakyat Indonesia?

Dalam sejarah nasional Indonesia, Sumpah Pemuda memegang peranan penting. Pasca kebangkitan nasional pada tanggal 20 Mei 1908 yang ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Sutomo, muncullah tokoh-tokoh pemuda lain, hingga pada tahun 1926 para pemuda tersebut berkumpul dalam Kongres Pemuda I dan dilanjutkan dengan Kongres Pemuda II pada tahun 1928.

Terlepas dari siapa perwakilan di Kongres Pemuda tersebut, namun hasilnya merupakan salah satu langkah penting menuju terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, tercermin dari “Satu NUSA, Satu BANGSA, Satu BAHASA: INDONESIA“.

Jangan Lupa Semangatnya

Anggap, banyak yang lupa bahwa hari ini adalah hari Sumpah Pemuda, demikian juga banyak pula yang ingat bahwa hari ini adalah hari sumpah pemuda. Lagi, meskipun bukan sebagai pelaku sumpah pada tahun 1928 tersebut, seyogyanya semangat Sumpah Pemuda “Satu NUSA, Satu BANGSA, Satu BAHASA: INDONESIA” tetap membara dalam setiap langkah rakyat Indonesia.

Terutama untuk generasi muda. Tugas berat untuk membawa tongkat estafet bangsa untuk terus “berlari” mengejar ketertinggalan dengan bangsa-bangsa lain harus diteruskan. Jangan puas dengan keadaan yang telah diterima saat ini. Terus bekerja dan berkarya demi kemajuan bangsa.

Lupa bahwa hari ini Sumpah Pemuda mungkin tidaklah begitu penting dibicarakan. Yang lebih penting dan terpenting adalah tindakan nyata yang terus diupayakan untuk pembangunan negara Indonesia. Melalui apa? Terus belajar dan bekerja dengan kesungguhan hati sesuai dengan peran masing-masing di masyarakat.