Ganti Ban

Perjalanan dari Westin Nusa Dua ke Kesiman pada Jumat sore terasa seperti biasa, meski agak berbeda karena terbebas dari kemacetan. Maklum, pada hari Sabtu, Bali akan merayakan Hari Kuningan, jadi banyak warga Bali yang libur, sehingga bisa mengurangi angka kemacetan di jalan.

Kendaraan Astrea Grand yang dipakai untuk berkendara pun melaju dengan kecepatan mendekati konstan 50 km/jam. Tidak ada yang terasa berbeda dengan kendaraan yang kukendarai waktu itu bahkan hingga memarkirkannya di depan rumah. Akan tetapi, ketika perut terasa lapar dan berencana untuk makan di warung bola Lely dengan mengendarai sepeda motor, ternyata ban belakang kempes. Untung Agung mau ikut keluar. Jadi bisa pakai Vespa. Rencana, pada ban bocor itu akan ditambal pada keesokan harinya, sambil berharap bengkel-bengkel tidak pada tutup karena libur Hari Kuningan.

Keesokan harinya, sekitar jam 10.00 WITA, sepeda motor itu dituntun menuju bengkel terdekat. Sebenarnya ada 2 bengkel yang dekat, namun tutup. Akhirnya, perlu jalan sekitar 800 meter untuk sampai ke bengkel yang buka. Hanya mengantri 1 motor di bengkel tersebut dengan masalah yang sama, ban belakang bocor. Setelah menunggu sekitar 20 menit, akhirnya sepeda motorku dikerjakan untuk diperbaiki.

Sobek -(Awalnya hanya ingin menambal bagian yang bocor. Namun, setelah dibuka, ternyata ban dalamnya ada yang sobek, tepat di bagian bekas tambalan seorang Bapak di Jalan Raya Kuta, sebulan yang lalu. Tanpa berpikir panjang, aku menyuruh untuk mengganti ban dalam saja.

Dengan cekatan, tukang tambal ban tersebut bekerja mengganti ban dalam yang sobek dengan ban baru. Setelah selesai, akhirnya dibayar Rp 30.000.