Di Balik Dapur BBC on Air

Gampang-gampang susah mengurusi Bali Blogger Community on Air (BBC on Air) di Radio Bali FM. Siaran perdana yang dimulai pada tanggal 4 Oktober 2009, dilalui dengan beberapa proses, mulai dari negosisasi dr. Oka Negara dengan pihak Radio Bali FM hingga ada sinyal bahwa tinggal menunggu kapan BBC siap untuk rutin siaran. Tentunya, juga kudu dipikirkan siapa yang akan “mengawal” BBC on Air ini akan terus konsisten tampil. Inilah yang menjadikan alasan gampang-gampang susah.

Akhirnya, dengan semangat “Berbagi Tak Pernah Rugi”, yang juga menjadi platform Baliblogger, Winarto mengambil peran sebagai “penunggu” BBC on Air, yang bertugas untuk mengorganisir topik-topik yang akan dibahas per minggu sampai mencari narasumber yang akan berbicara di BBC on Air. Untuk mencari topik, bisa dikatakan relatif mudah, karena ada banyak sumber-sumber topik yang bisa digali seperti peristiwa aktual, pengalaman, berita dan sumber-sumber lainnya. Tentu, juga dengan memanfaatkan milis Baliblogger sebagai media diskusi dan komunikasi.

Mencari narasumber adalah sesuatu hal yang menantang, atau lebih tepatnya gampang-gampang susah.Dari sekian ratus member BBC yang terdapat di milisnya, cukup sulit untuk mencari narasumber yang langsung “mau” menjadi narasumber. Harus dibujuk rayu terlebih dahulu, bahkan dipaksa untuk mau tampil on air. Ada juga yang berargumen sibuk karna kerjaan sehingga belum bisa menjadi narasumber, mungkin di lain waktu. Kemungkinan juga, para anggota BBC tidak tahu adanya BBC on Air karena jarang buka email atau langsung “mark as read” atau malahan langsung “delete” informasi di milis Baliblogger.

Lalu, bagaimana agar bisa informasii terkirim ke semua anggota Baliblogger??????

Selama ini, untuk mendapatkan narasumber di BBC on Air masih bersifat langsung tunjuk dan paksa, dengan beberapa masukan dari teman-teman yang aktif di milis. Untuk siaran perdana, ada 4 orang yang meramaikan yaitu Anton, John Black, dr. Oka dan Winarto. Anton, sebagai dedengkotnya BBC, didaulat untuk jadi narasumber karena harus bercerita mengenai sejarah BBC, turut serta dalam siaran perdana itu karena sebagai penghubung dan kudu memperkenalkan BBC dan Radio Bali FM, sedangkan John Black hadir secara sukarela setelah di milis Winarto mengundang anggota BBC untuk ikut siaran. Memang yang konfirmasi untuk datang ke siaran perdana waktu itu hanya John Black. Empat orang cukuplah untuk meramaikan studio bali FM.

Pada siaran kedua, rencana akan membahas mengenai enaknya nge-blog dan akan menghadirkan blogger-blogger di BBC yang telah malang melintang, entah menang berbagai macam lomba atau sebagai web designer. Mencuat nama Luh De Suriyani, Dian Ina dan Saylow di milis, dan hanya Dian Ina yang konfirmasi kesediaan menjadi narasumber. Ketika ketemu Mbok Lode di Diskusi UU Keterbukaan Informasi Publik pun menyatakan kesediaannya, namun Saylow yang belum mengkonfirmasi.

Pada hari Minggu, 11 Oktober 2009, satu jam sebelum siaran, Mbok Lode melalui handphone suaminya, Anton Muhajir” mengatakan bahwa tidak bisa ikut siaran. Karena mendesak, akhirnya menghubungi beberapa anggota BBC melalui SMS, namun tidak ada yang bisa datang, karena waktu juga mepet. Demikian juga Saylow, ternyata ketika mendapat SMS itu mengatakan kalau terlalu mepet, dan baru memesan makan malamnya. Untung, Dian Ina sudah datang di Radio Bali FM. Jadi, dengan sumber daya narasumber yang terbatas, akhirnya Dian Ina didampingi Winarto digencar pertanyaan oleh Tari Tantra, announcer dari Bali FM. Dua orang saja sudah cukup untuk meramaikan studio Bali FM.

Pada siaran ketiga, sudah direncanakan akan membahas “Menjaga Stamina Ngeblog”, dengan narasumber blogger hebat Wirautama dan Pandebaik. Awalnya, kedua blogger tersebut pun sempat menhindar untuk jadi narasumber. Namun, akhirnya dengan menggunakan nada “wajib”, akhirnya keduanya menyerah juga. Akan tetapi pada hari H siaran, karena Studio Bali FM terkena pemadaman bergilir akhirnya harus diundur untuk tanggal 25 Oktober 2009.

Sangat meriah siaran tanggal 25 Oktober itu karena juga kedatangan seorang anggota BBC yang awalnya hanya ingin mendengarkan siaran di Bali FM, namun akhirnya pun disesatkan untuk ikut jadi narasumber, yaitu Wayan Eka Dirgantara. Empat orang akhirnya mampu memecahkan keheningan Studio Bali FM sangat sepi di malam hari itu.

Untuk Minggu ini, masih dalam rangka Sumpah Pemuda, akan dibahas mengenai “Blogger, Sumpah Pemuda dan Nasionalisme”. Ada satu topik sebenarnya yang diusulkan Winarto di milis, yaitu “Blogger dan Plagiarisme”, karena lagi hangat dibicarakan. Namun, karena masih dalam peringatan Sumpah Pemuda, akhirnya topik pertama yang akan diangkat terlebih dahulu.

Nah, untuk narasumber harus sedikit berjuang. Muncul nama-nama yang kompeten berbicara mengenai topik yang pertama, yaitu Agung Pushandaka, dan Gendo. Ada satu yang menarik karena Nyoman “Baliun” Suardana bersedia memenuhi undangan di milis untuk jadi narasumber untuk minggu ini dengan alasan tidak ditelepon SBY meskipun sudah menunggu-nunggu, dan kini dipanggil-panggil “Presiden BBC on Air” dimilis untuk jadi narasumber di BBC on Air, dia harus memenuhi panggilan itu. Untuk Agung dan Gendo, Winarto mengirimkan undangan tersebut melalui email pribadinya. Gendo tidak membalasnya, mungkin karena kesibukan. Agung pun demikian. Namun, melalui Facebook, Agung berhasil dihubungi. Meski masih terkesan “ngambang” untuk kesediaannya karena mepet dengan jam olahraga dan ada trauma siaran (coba tanya yang bersangkutan tentang hal itu), namun akhirnya akan sangat diusahakan untuk datang. Untung, Anton Muhajir ketemu Mas Hendra, dan dia bersedia untuk menjadi narasumber.

Jadi, ada 3 orang yang akan jadi narasumber, Mas Hendra, Nyoman “Baliun” Suardana dan Agung Pushandaka. Semoga, siaran 1 November nanti, ketiga narasumber itu akan datang semuanya. Anggota BBC yang lain dimohon untuk ikut interaktif melalui telepon atau SMS.

Dan satu lagi, pekerjaan rutin yang harus dilakukan adalah membuat draft pertanyaan-pertanyaan untuk nantinya ditanyakan Tari Tantra ke narasumber pada diskusi di Studio Bali FM. Tujuannya, agar diskusi itu bisa terarah, meskipun dalam prakteknya sangat fleksibel dan santai namun tidak meninggalkan aura keseriusan. Biasanya membuat daftar pertanyaan itu dilakukan pada hari Sabtu siang, untuk kemudian dikirim ke Tari Tantra dan para narasumber.

Paling akhir, berdasarkan pengalaman dari siaran terdahulu dan testimoni dari narasumber, waktu 1 jam yang disediakan Bali FM untuk on Air berlalu dengan sangat cepat, bahkan siaran pada tanggal 25 Oktober berjalan sekitar 75 menit. Untuk John Black, tolong rekaman BBC on Air yang pertama dan kedua segera diupload dan dipublikasikan dimana teman-teman bisa mengakses. Besok akan diberi lagi untuk siaran tanggal 25 Oktober dan 1 November. Semoga, siaran-siaran berikutnya makin asyik. Meski gampang-gampang susah mencari narasumber, namun tetap harus semangat.