Jam Merah Bali Blogger Community (Draft 1)

Pengantar “Merah” Bali Blogger Community

Apalah arti sejarah? Mungkin pertanyaan tersebut sering kali terbersit dalam benak setiap orang. Namun pada sisi lain, seringkali suatu peristiwa sejarah menjadi sebuah kontroversi yang berkepanjangan karena dituturkan/dicatat dengan perspektif yang berbeda. Tidak kalah penting adalah bukti-bukti sejarah (catatan, manuskrip, benda-benda sejarah termasuk saksi-saksi sejarah) yang seringkali dilupakan bahkan terkadang bukti-bukti sejarah tersebut menjadi milik pihak lain.

Menulis sejarah adalah menulis fakta akan peristiwa. Setiap detik-detik peristiwa sangatlah bermakna. Dengan berprinsip tersebut, dalam menulis sejarah diperlukan kejujuran dalam mengungkap sebuah peristiwa. Dengan kata lain tidak memiliki tujuan untuk membelokkan sebuah peristiwa yang dapat menjerumuskan pembaca. Sejarah tidak bisa diputar ulang, maka dari itu, setiap penulisan sejarah perlu kehati-hatian dalam mengungkapkannya.

Individu, kelompok, komunitas hingga satuan yang lebih besar yaitu negara pasti memiliki sejarah. Belajar dari bangsa Indonesia, meskipun telah banyak buku-buku yang mencatat sejarahnya, namun hingga sekarang masih banyak usaha untuk meluruskan fakta-fakta sejarah yang dinilai dibelokkan demi kepentingan tertentu. Dalam konteks seperti inilah, kejujuran dalam mengungkap fakta-fakta sejarah menjadi sangat urgent. Kalau tidak dikerjakan dengan kejujuran, fakta-fakta yang seharusnya terkuak dalam sejarah, akan semakin terkubur dan makin lama menjadi usang tak berbekas.

Ibarat bermain puzzle, demikianlah menuliskan sejarah. Keping demi keping disusun untuk membentuk bangunan/gambar, harus memutar otak untuk mencari keterhubungan kepingan yang satu dengan kepingan yang lain. Seperti halnya puzzle, sejarah juga disusun untuk menghasilkan catatan atas fakta-fakta, sehingga melalui peristiwa sejarah tersebut, dalam menjadi sebuah pembelajaran untuk masa yang akan datang.

Berawal dari ungkapan Soekarno yang melintas laksana kilat di suatu pagi, “Jas Merah”, yang berarti “jangan sekali-kali melupakan sejarah”, tergelitik untuk mengetahui sejarah terbentuknya Bali Blogger Community (Untuk kemudian ditulis dengan BBC).  Namun ketika membuka www.baliblogger.net (Diralat oleh Bli Anton, yang benar www.baliblogger.org), yang ditemukan hanyalah catatan singkat sejarahnya. Padahal, pada masa sebelum terbentuknya BBC pasti ada detik-detik penting yang akhirnya terwujud BBC.

Maka itulah, melalui milis Baliblogger, mencoba menggelitik teman-teman BBC untuk menulis sejarah berdiri komunitasnya. Jika merujuk pada Jas Merah-nya Soekarno agar jangan sekali-kali melupakan sejarah, maka perlu diketahui dan dicatat dulu tentang sejarah itu. Kalau tidak ada dan tidak tahu sejarahnya, maka apa yang bisa diingat dan dilupakan atas sejarah itu? Oleh karenanya, mari bersama-sama menulis dahulu sejarah BBC dalam tajuk “Jam Merah BBC” atau “Jangan Menunda Menulis Sejarah Bali Blogger Community”.

Berawal dari Sebuah Kegelisahan

Eksistensi Bali Blogger Community, tidak terlepas perkembangan dunia internet dan blogging yang kemudian memunculkan istilah blogger. Secara naluriah, seseorang yang menyukai kegiatan nge-blog pun berusaha untuk mencari seseorang yang memiliki kesamaan hobby. Maka itulah, kemudian muncul komunitas/kelompok-kelompok blogger , terutama di kota-kota besar di Indonesia.

Hal itulah yang menggelitik di benak seorang Anton Muhajir, seorang jurnalis yang hidup di Kota Denpasar dan juga seorang blogger. Dalam salah satu posting di blog miliknya, terungkap bahwa kegelisahan tersebut mendorong dirinya untuk mencari komunitas blogger di Bali atau paling tidak di Denpasar, dan kalau pun belum ada sangat dimungkinkan untuk mencetuskan komunitas blogger di Pulau Dewata.

Dalam tulisannya yang berjudul “Bikin Komunitas Blogger Denpasar”, rasa iri tersebut semakin menjadi-jadi ketika memerhatikan sepak terjang komunitas blogger di beberapa kota di Indonesia seperti Bandung dengan Bandung Blog Village, Jogja dengan Angkringan, Semarang dengan Loenpia, dan seterusnya. Komunitas-komunitas blogger tersebut muncul untuk saling berbagi dan mendukung, entah berbagi informasi, berita, diskusi atau mengadakan kegiatan-kegiatan perlombaan atau pertemuan-pertemuan. Memang sangat menarik tentunya.

Pertanyaan yang muncul adalah, memang benarkah bahwa komunitas blogger di Bali atau di Denpasar belum ada? Berdasarkan penelurusan oleh Anton Muhajir yang juga tertuang dalam dalam posting tulisannya, komunitas blogger di Bali memang belum ada. Namun demikian, meskipun belum ada, apakah tidak ada blogger di Bali? Jawabannya belum tentu. Kemunculan istilah blogging dan blogger muncul ketika orang dapat memiliki blog secara gratis, salah satunya yang disediakan oleh blogger.com. Anton Muhajir pun mencoba untuk menghimpun informasi mengenai blogger di Bali. Beberapa alamat blog di Bali menurut penelusuran Anton Muhajir yang dilakukan sekitar bulan Maret 2007 :

  1. http://nyempluk.blogspot.com.
  2. http://jiwamerdeka.blogspot.com, milik Jun, wartawan The Jakarta Post
  3. http://electronpost.blogspot.com, milik Marlowe
  4. http://telagabening.blogspot.com,
  5. http://blog.bukukita.com/user/penabali, milik Didik wartawan Koran Pak Oles
  6. http://gerenceng.blogspot.com
  7. http://somebali2love.blogspot.com, punya Kang Ayip Matamera.
  8. Ebo Bog-Bog namun lupa alamat blognya.

Pada lain kesempatan yaitu pencarian pada tanggal 28 Maret 2007, ternyata masih ditemukan beberapa blogger di Bali, yaitu

  1. http://herman13.blogspot.com,
  2. http://ex3me.org,
  3. http://gleamland.web.id
  4. http://thelastpopok.blogspot.com
  5. http://kabarpositif.blogspot.com
  6. http://liverpulet.blogspot.com

Dari temuan-temuan tersebut, paling tidak bisa menggambarkan bahwa telah banyak blogger di Bali, khususnya di Denpasar, namun perlu disadari bahwa memang belum ada komunitas blogger yang menghimpunnya. Kalau sudah berkesimpulan demikian, mengapa tidak dibuat komunitas blogger di Bali? Mungkin demikianlah pertanyaan yang berkecambuk di benak Anton Muhajir, hingga akhirnya mencoba untuk menghubungi blogger Bali untuk bertemu dan membicarakan pembentukan komunitas blogger di Bali.

Kopdar Dengan Beberapa Blogger

Sebagai pelopor dan provokator, Anton mencoba menghubungi blogger Bali yang dia kenal. Dan sebagai tindak lanjut dari kegelisahannya, dia mengundang beberapa orang untuk bertemu dan membicarakan pembentukan komunitas Blogger di Bali. Bertempat di Kedai Habitat Sanur, sekitar 100 meter dari pantai, pada tanggal 28 July 2007 itulah menjadi tonggak pertama komunitas blogger di Bali. Ketika itu, ada 5 orang yang hadir yaitu Anton Muhajir, Kang Ayip, Prima, Dewi, Ollan (Ollan ketika itu belum punya blog namun telah rajin menulis untuk Balebengong, website Citizen Journalism di Bali). Sebenarnya masih ada 1 orang lagi, yaitu dr. Made Cock yang pada awalnya mengkonfirmasi bahwa akan datang, namun batal dikarenakan lupa.

Dalam pertemuan itu, semuanya sepakat dan ingin membentuk komunitas blogger di Bali. Dasar pikirnya adalah bahwa jumlah blogger di Bali sebenarnya lumayan cukup banyak, namun belum memiliki komunitas. Melalui komunitas tersebut, diharapkan dapat menjadi media komunikasi dan informasi. Di samping itu, jumlah blogger diprediksi juga akan semakin meningkat mengingat arus informasi serta perkembangan teknologi yang terus berkembang.

Untuk sampai pada langkah ke-1000, harus dimulai dengan langkah pertama. Pada pertemuan itu, langkah pertama yang dilakukan adalah berbagi tugas. Prima akan membuat blog agregator yang dapat mengumpulkan semua blogger Bali. Dewi akan membangun milis sebagai tempat diskusi sesama blogger Bali, paling tidak melalui milis tersebut akan terjalin komunikasi yang intensif melalui dunia maya. Tentu tidak hanya perjumpaan di dunia maya, pertemuan kecil dan kopdar pun diharapkan dapat dilakukan apabila komunitas ini nantinya telah terbentuk.

Bersambung…………………………