Kedatangan Chew
Chew Chang Guan, salah seorang staff Sarawak Convention Bureau berkunjung ke Bali, dalam rangka menghadiri “Global Conference on Power Control & Optimization 2010” di Inna Grand Bali Beach, Sanur. Chew tiba di Bali pada hari Minggu, 31 Mei 2009.
Seminggu sebelum Chew tiba di Bali, Scott Campbell, Executive Director Global Research and Intelligence Network, mengirim email untuk membantu Chew selama berada di Indonesia. Dengan senang hati tentunya akan membantu Chew, demikian prinsip yang dipegang.
Bersama dengan Mas Giri, koordinasi dilakukan, pertama melalui email, SMS ataupun telepon. Ternyata, bertiga akan bertemu untuk makan malam di Jimbaran Beach. Wow, seafood yang sangat lezat sudah terbayang di depan mata.
Selasa, 2 Juni 2009 sore hari, sepuluh menit menjelang jam kerja berakhir. Mas Giri mengatakan bahwa akan menjemput Chew pada pukul 18.30 WITA di lobby hotel. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, jam 17.10 aku berbenah dan siap-siap pulang kantor. Mematikan laptop, mengunci pintu belakang, mematikan lampu dan mengunci pintu depan.
Berdasarkan perkiraan, dari Jalan Raya Tuban Kuta-Denpasar, akan memakan waktu sekitar 40 menit. Cukup untuk mandi dan berganti pakaian. Mas Giri mengatakan bahwa akan menjemputku di Jalan Noja Denpasar sekitar pukul 18.15 WITA. Tepat seperti yang diperkirakan. Sambil menunggu jemputan, aku membalas email dari seseorang rekan. Sudah sejak 2 bulan ini, PC yang kubawa dari Solo terkoneksi dengan internet, yang digunakan untuk chatting, mencari informasi-informasi hingga mengupdate website yang kumiliki.
Mas Giri menelpon bahwa sudah di Jalan Waribang, sekitar 5 menit lagi berarti sudah sampai Jalan Noja. Bergegas aku menuju ke depan rumah. Tepat ketika sampai di sana, mobil carteran dari Patra sudah sampai pula. Mas Giri sudah ada di dalam mobil bersama dengan Pak Wayan, driver mobil tersebut. Begitu semua siap, mobil segera menuju hotel tempat Chew menginap di kawasan Sanur.
Perjalanan menuju Sanur dari Noja memakanwaktu kurang lebih 10 menit. Mobil melaju melalui Jalan Sulatri, memotong jalan WR. Supratman, menuju Jalan Waribang dan berbelok ke Bypass Ngurah Rai. Lumayan ramai jalan-jalan yang dilalui, namun tidak sampai macet. Begitu sampai perempatan Sanur, mobil langsung menuju ke Inna Grand Bali Beach Hotel. Setelah melewati pemeriksaan security, meluncurlah ke lobby. Aku dan Mas Giri belum pernah bertemu dengan Chew sebelumnya. Namun, aku telah membuka website Sarawak Convention Bureau, dan telah mengenali wajah Chew. Langsung menghampirinya yang berdiri di lobby dan berkenalan dengannya. Sangat singkat pertemuan di lokasi tersebut, karena akan segera menuju ke kawasan Jimbaran Beach, sebuah kawasan yang sangat terkenal karena seafood-nya, dan pernah menjadi sasaran Bom Bali II di tahun 2005 silam.
Sebuah Inspirasi
Di dalam mobil, banyak cerita yang saling dilontarkan. Aktivitas conference yang telah diikuti dua hari ini, pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan, berbagi cerita pengalaman hingga bertukar informasi mengenai Bali atau Sarawak. Sangat menarik cerita yang dilontarkan sehingga tidak terasa, mobil yang menyusuri By Pass Ngurah Rai sudah berada di kawasan Jimbaran. Pak Wayan, sang driver sudah diberi aba-aba untuk menuju Manega Café.
Mobil sudah memasuki area parkir. Pak Wayan memberikan kartu nama untuk menghubungi apabila nanti telah selesai, maklum, karena sangat ramai, parkir mobil berada relatif jauh dengan Manega Cafe. Bertiga turun di depan Manega Café dan mencari tempat duduk serta meja yang di tata rapi di tepi pantai. Asap yang mengepul dengan aroma yang sedap sudah mengundang selera.
Dipilihlah meja nomor 55. Pelayan di Manega Café meminta untuk segera memesan langsung di depan. Beraneka seafood yang ditawarkan, namun tidak semua dipilih. Setelah memesan ikan kakap, prawn dan sotong, bertiga kembali ke meja nomor 55. Sambil menunggu, kembali obrolan dilanjutkan sambil terdengar sayup-sayup lagu romantis yang dinyanyikan oleh kelompok musik keliling.
Sebuah inspirasi dan refleksi hadir dari obrolan bersama Chew mulai dari Sanur hingga duduk di meja makan. Betapa sangat penting networking dalam kehidupan, termasuk dalam membuat jaringan baru dan memelihara jaringan tersebut sehingga jaringan yang dimiliki akan semakin luas. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan memiliki jaringan yang luas, terkhusus kalau berbicara mengenai hal bisnis.
Aspek lain yang juga penting adalah update informasi dan memerkaya pengetahuan, baik melalui membaca buku, berdiskusi atau memelajari sumber-sumber pengetahuan yang lain. Memang demikian adanya. Dalam suatu tayangan televisi di Metro TV, Gede Prama mengatakan bahwa kebodohan adalah kegelapan dan ilmu pengetahuan adalah cahaya. Dengan demikian, siapa yang memelajari ilmu pengetahuan, berarti akan memperoleh cahaya, bukan kegelapan.
Dua hal yang dungkapan di atas memberi dorongan kepadaku untuk terus belajar dan terus memerluas jaringan serta tiada henti menambah pengalaman. Thanks Chew untuk sharing pengalaman dan diskusinya saat makan malam di Manega Café, telah memberi inspirasi dan semangat baru.
Makan malam yang sangat indah, ditemani bintang-bintang dan rembulan. Tentu, juga keramaian kawasan Jimbaran, nyanyian merdu grup musik keliling dan hidangan seafood yang sangat nikmat tiada tara. Obrolan ringan pun terus keluar di meja makan dengan ditemani suara ombak pantai Jimbaran.
Sekitar pukul 21.00 WITA, bertiga beranjak dari tempat duduk untuk pulang. Pak Wayan, sudah berada di depan cafe ketika aku telepon. Mobil meluncur ke Kawasan Tuban untuk mengantar Mas Giri. Kemudian, menembus di tengah kegelapan malam di Jalan By Pas Ngurah Rai menuju ke hotel di Sanur, tempat Chew menginap.
Dalam perjalanan tersebut, Pak Wayan bercerita mengenai Bali, tentang perjalanan hidupnya sejak kecil di pantai Kuta hingga sekarang. Dia juga banyak bercerita mengenai budaya dan pariwisata Bali. Dari yang dulu masih sangat sepi pengunjung,merangkak naik, booming hingga hancur seiring tragedi Bom Bali I maupun II. Sangat menarik cerita yang disampaikan oleh Pak Wayan. Namun, cerita tersebut harus berhenti karena mobil telah memasuki Inna Grand Bali Beach di kawasan Sanur. Sebelum turun, Chew telah memesan mobil ke Pak Wayan untuk esok hari. Chew ingin ke Patra Hotel juga ke Westin Hotel. Pak Wayan mengiyakan keinginan Chew untuk dijemput di Sanur pada pukul 15.00 WITA. Setelah semuanya jelas, akhirnya mobil meluncur kencang ke Noja untuk mengantarku pulang. Begitu sampai, kuucapkan terima kasih ke Pak Wayan dan sampai jumpa besok di Patra.
Inspirasi untuk Hari Lingkungan Hidup
Seperti yang sudah direncanakan bahwa Chew akan berada di Patra sekitar pukul 15.30 apabila dijemput tepat pukul 15.00 WITA. Akan tetapi, Pak Wayan menelpon bahwa akan terlambat menjemput Chew disebabkan macet di By Pass Ngurah Rai. Segera Chew diberitahu mengenai hal tersebut.
Baru sekitar pukul 16.00 WITA, Chew dan Pak Wayan sampai di Patra Hotel. Sempat kebingungan mencari Wisma Handayani, namun akhirnya sampai juga di GRAIN Data Quality Centre. Dia membawa tas yang besar. Setelah dibuka ternyata berisi pamphlet, booklet yang dia bawa dari Malaysia untuk keperluan konferensi di Bali. Sangat lengkap berisi fasilitas-fasilitas pariwisata di Malaysia. Sangat menarik.
Perhatianku pada beberapa brosur yang bertemakan penyelamatan lingkungan hidup. Kebetulan pula, tanggal 5 Juni diperingati sebagai hari lingkungan hidup. Teman-teman dari Balilogger Community membuat tema mingguan mengenai peringatan hari tersebut untuk diposting di website masing-masing. Kedatangan Chew dengan membawa pamphlet tersebut
Adalah Conservation Centre of Excellenge for Orangutan Research. Salah satu centre yang memiliki aktivitas untuk konservasi orang utan. Aktivitas centre tersebut Seperti dikutip dari pamphlet yang berwarna nuansa hijau dan foto-foto orangutan, meliputi:
- Inventory of orang-utan population
- Orang-utan behavioural research (reproduction, diet, foraging, vocalization, nesting, etc)
- Orang-utan ecology
- Impact of human activities
- DNA studies
- Zoonotic diseases research
- Visitor impact studies
- Orang-utan population enhancement
- Habitat improvement
- Orang-utan rehabilitation
- Ecotourism programme
Tentu sangat bermanfaat aktivitas yang dilakukan tersebut. Upaya menjaga kelestarian orang-utan yang terancam punah adalah sasaran yang ingin dicapai. Sebagai salah satu makhluk yang dilindungi, orang-utan perlu dijaga kelestariannya agar tidak menjadi punah. Selain itu, juga perlu dijauhkan dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab, yang mencoba memperdagangkan dan mengancam kelestarian orang-utan.
Brosur lain yang juga berisi pelestarian lingkungan adalah brosur yang dikeluarkan oleh “Borneo Convention Centre Kuching“. Pada halaman terakhir di brosur tersebut ada himbauan “Top Ten Ways to Be Green” dan slogannya adalah “You Can Make a Difference!”
Berikut ini tips yang disampaikan oleh Borneo Convention Centre Kuching:
- Tip #1: Unplug
Taking a few minutes to run off electrical devices won’t just help you save the planet, it can also help you save a few bucks off your electric bill each month. At home and at the office go ahead and turn off the lights when leaving a room. Changes are the furniture won’t mind the dark.
- Tip#2: Use Less Water
Did you know that in the average home, the water heater is second only to the heating system in energy usage? Try to use less water, thus reducing energy consumption and reducing your monthly electricity bill. You can use the money saved to buy that new all cotton sweater you’ve had your eye on!
- Tip#3: Switch to Compact Fluorescent Light Bulbs
Watch for one with higher lumens (not watts) for brighter light, read carefully for a color rendering index (CRI) over 80, or cues like “warmer light”, Fluorescent light bulbs have come a long way since the 60s, and they’re making a comeback! Jump on the bandwagon!
- Tip#4: Choose Products With Less Packaging
Think of the layers of armor that separate you from a new consumer good. The precious cargo is placed inside a pouch inside a plastic exoskeleton inside a paper sleeve, and then bagged for easy transport. Is this all necessary? We say no. Why don’t use our canvas bags and buy refills without the fancy packaging. It all starts with us. We as consumers dictate the demand. Essentially, if we don’t want it, they won’t make it.
- Tip#5: Buy Organic And Local Food
Did you know that the blueberries you ate on your breakfast cereal might have travelled as many as 1500 miles to get to your bowl? Buying locally grown produce, whether it’s from greenmarket, a farm stand or a conscientious supermarket, can conserve fuel, reduce pollution and support your local economy…not to mention; produce grown nearby doesn’t require preservatives and waxing to keep it fresh. You’d be killing many birds with one stone.
- Tip#6: Drive Less
A daily car commute of 20 miles round trip can add up to more than $2.000 per year, parking not included. If you work in an office, ask the HR department about any carpooling and free or deeply discounted bus, train or subway passed; check your city’s website for relevant routes. If safety concerns permit, you can always ride a bike. Cardiovascular specialists will have less business this way.
- Tip#7: Plant a Tree
No gardening project offers quite such instant gratification as planting your own tree. You get exercise, immediate visual simulation, and some serious self-satisfaction. Your tree will convert nasty pollutants to pure oxygen and offer a welcome to wildlife-and three roots can help stay erosion. Trees absorb carbon dioxide, helping to reduce global warming. If someone calls you a tree-hugger, they’re ignorant. Ignore these people!
- Tip#8: Recycle More
Savvy shopping and a little creativity can keep your trash pile from mounting. Judge products by their recycled packaging, such as bottles, cans, paper wrappings, and cereal boxes. Choose stationery and other supplies made from recyclable that are better the second time around. We’re running out of precious resources…besides, recycling is cool!
- Tip#9: Switch to “Green” Power via Your Local Utility Company
In some nations, you can opt to purchase renewable energy from your local power company and then rest easy knowing you just sent that email from your wind-or methane-powered computer. Don’t forget how cool your friends will think you are!
- Tip#10: Spread the Word
Want to shake some sense into people? Use the web as your own personal bullhorn to make the world a greener place. Inform your inner circle about good causes or upcoming legislation via e-mail. Remember, you can make a difference!
Thanks Chew, karena kedatanganmu di Bali, memberikan sejumlah inspirasi dan pengetahuan baru.
Cheers


