Jalan Terjal Menuju Ikatan Alumni Yang Kuat

Winarto 3 IPS 2 2000-2003

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan saya yang pertama. Sungguh ironis bahwasanya sebagai salah satu sekolah favorit di Surakarta, SMA 3 belum memiliki ikatan alumni yang kuat dan eksis. Wacana yang mengarah kesana telah ada, bahkan telah dimulai. Namun persoalah yang dihadapi adalah mempertahankan kesinambungannya

Setidaknya ada 2 pihak yang bertanggungjawab terhadap eksistensi ikatan alumni ini, yaitu alumni itu sendiri dan pihak sekolah. Mengapa? Sebab ada hubungan mutualisme yang akan terjalin di antara kedua pihak tersebut apabila ikatan alumninya eksis. Ikatan batin alumni dengan almamaternya pastilah ada, dan inilah yang menciptakan rasa tetap memilikinya.

Untuk itulah, ide untuk menciptakan ikatan alumni yang eksis harus diwujudnyatakan. Kegagalan-kegagalan masa lalu perlu dimaknai sebagai sebuah pembelajaran. Tidak ada yang tidak bisa dan tidak ada yang tidak mungkin. Maka itu komitmen yang kuat perlu dimiliki oleh alumni SMA 3 untuk dapat membentuk ikatan alumni yang kuat.Bagaimana untuk memulainya? Dalam salah satu conference di Yahoo Messenger, saya mengungkapkan setidaknya dalam jangka pendek ini Ikatan Alumni SMA 3 perlu memiliki program-program yang harus dijalankan yaitu maintenance website and milis alumni sebagai media resmi alumni, program beasiswa dan menjalin komunikasi dengan SMA 3 untuk saling bertukar informasi aktual.

Kalau program-program itu berjalan dan terus berkesinambungan, bisa menjadi sebuah titik balik untuk Ikatan Alumni SMA 3. Untuk memulainya, saya mencoba mendesain website wikarya di alamat www.wikarya.jangkang.org, untuk kemudian dimintakan saran dan pendapat dari alumni lain. Ternyata, ada alumni, yaitu Mas Cucuk, telah membeli domain di www.wikarya.org. Di alamat itu nantinya akan ditampilkan berbagai macam informasi, pengumuman, profil dan informasi lainnya baik terkait alumni maupun SMA 3.

Program beasiswa yang telah berjalan sejak 1999 perlu terus dijalankan dan disebarluaskan. Dari keterangan Mas Hengky, masih sedikit alumni yang mengambil peran dan berkontribusi, dari 100 orang hanya 10 orang yang berkontribusi di program beasiswa ini. Padahal, apabila dipikir secara sederhana, jika setiap bulan seorang alumni berkontribusi minimal Rp 50.000,00 (limapuluh ribu rupiah) dan diasumsikan 500 orang yang berperan, setiap bulan bisa memperolah Rp 25.000.000,00 (Dua puluh lima juta rupiah). Dengan uang sebesar itu, misalkan uang SPP setiap bulan Rp 100.000,00 maka bisa membantu 250 siswa.

Namun, memang jalan terjal itu masih perlu didaki. Bagaimana tidak, jika hal itu sudah dipelopori sejak 1999, namun masih sedikit yang berperan serta, padahal tidak bosan-bosannya dikumandangkan di berbagai milis-milis per angkatan di SMA 3. Namun, masih ada harapan. Dengan program jangka pendek itu, diharapkan informasi-informasi itu dapat semakin tersebar luas dengan dukungan teknologi saat ini. Alumni yang berdomisi di berbagai provinsi maupun di luar negeri jika mengetahui informasi ini, selama mereka mau berkontribusi, tidak ada alasan lagi karena jarak, waktu ataupun komunikasi. Tinggal mau atau tidak. Di Amerika Serikat sekalipun kalau pun mereka mau, teknologi yang ada saat ini sangat memungkinkan untuk berkontribusi dalam program-program kegiatan Ikatan Alumni SMA 3 Surakarta. Akhirnya, ini sebuah langkah awal yang perlu didukung oleh segenap alumni SMA 3. Dan dengan dukungan dan peran serta bersama, tidak ada yang tidak mungkin, tinggal mau atau tidak.

Dipublikasikan di www.wikarya.org, situs alumni SMA 3 Surakarta